Menuliskan nama beserta gelar akademik atau kebangsawanan di undangan pernikahan seringkali membingungkan. Apakah harus ditulis semua? Bagaimana aturan tanda bacanya? Salah sedikit bisa membuat undangan terlihat kurang profesional.
1. Aturan Dasar Tanda Baca Gelar Akademik
Berdasarkan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), penulisan gelar di belakang nama harus dipisahkan dengan tanda koma (,), dan setiap singkatan gelar diakhiri dengan titik (.).
- Benar: Budi Santoso, S.Kom., M.M.
- Salah: Budi Santoso S.Kom M.M
2. Bolehkah Tidak Mencantumkan Gelar?
Sangat boleh! Tren pernikahan modern (terutama undangan digital bergaya minimalis) justru lebih sering menghilangkan gelar untuk estetika desain. Nama panggilan atau nama lengkap tanpa gelar membuat undangan terasa lebih intim dan kasual.
3. Bagaimana Jika Gelarnya Banyak?
Jika mempelai atau orang tua memiliki banyak gelar, disarankan untuk mencantumkan gelar yang paling tinggi atau yang paling relevan saja agar undangan tidak terlihat terlalu padat.
4. Penulisan Gelar Keagamaan dan Kebangsawanan
Gelar keagamaan seperti H. (Haji) atau Hj. (Hajjah), serta gelar kebangsawanan seperti R.A. (Raden Ayu) atau K.R.T. (Kanjeng Raden Tumenggung) diletakkan di depan nama.
- Contoh: H. Ahmad Hidayat, S.E.
Kesimpulan
Keputusan mencantumkan gelar kembali pada kesepakatan keluarga. Jika Anda menggunakan Undangan Digital MarryIO, Anda bebas mengedit dan merevisi teks nama dan gelar berkali-kali tanpa biaya tambahan!